Takkan berhenti untuk bermimpi..

Pemeriksaan diagnostic pada kebutuhan aktifitas dan latihan

 

  • Sinar X

sinar x penting untuk mengevaluasi pasien dengan kelainan musculoskeletal. Sinar x tulang menggambarkan kepadatan tulang, tekstur, erosi, dan perubahan hubungan tulang. Sinar x multiple, diperlukan untuk pengkajian paripurna struktur yang sedang diperiksa. Sinar x korteks tulang  menunjukkan adanya pelebaran, penyempitan,dan tanda iregularitas. Sinar x sendi dapat menunjukkan adanya cairan, iregularitas, spur, penyempitan, dan perubahan struktur sendi.

 

  • Computed tomography ( CT Scan)

menunjukkan rincian bidang tertentu tulang yang terkena dan dapat memperlihatkan tumor jaringan lunak atau cedera ligament atau tendon. Digunakan untuk mengidentifikasi lokasi dan panjangnya patah tulang di daerah yang sulit dievaluasi. Pemeriksaan dilakukan bisa dengan atau tanpa kontras dan berlangsung sekitar 1 jam.

 

  • Magnetic resonance imaging (MRI)

Teknik pencitraan khusus, non invasive, yang menggunakan medan magnet, gelombang radio, dan computer untuk memperlihatkan abnormalitas (ex. Tumor atau penyempitan jalur jaringan lunak melalui tulang) jaringan lunak seperti otot, tendon, dan tulang rawan. Karena yang digunakan electromagnet, pasien yang mengenakan implant logam, braces, atau pacemaker tidak bisa menjalani pemeriksaan ini. Perhiasan harus dilepas. Pasien yang menderita klaustro phobia biasanya tak mampu menghadapi ruangan tertutup peralatan MRI tanpa penenang.

 

  • Angiografi

adalah pemeriksaan stuktur vaskuler. Arteriografi adalah pemeriksaan system artery. Suatu bahan kontras radiopaque diinjeksikan ke dalam arteri tertentu dan diambil foto sinar x system artery yang dipasok oleh arteri tersebut. Prosedur ini sangat bermanfaat untuk mengkaji perkusi arteri dan bisa digunakan untuk tingkat amputasi yang akan dilakukan. Setelah dilakukan prosedur ini, pasien dibiarkan berbaring selama 12 sampai 24 jam untuk mencegah perdarahan pada tempat penusukan artery. Perawat memantau tanda vital, tempat penusukan untuk melihat adanya pembekakan, perdarahan, dan hematoma; dan ekstremitas bagian distalnya untuk menilai apakah sirkulasinya adekuat.

 

  • Digital subtraction angiography (DSA)

mempergunakan teknologi komputer untuk memperlihatkan system arterial melalui kateter vena.

 

  • Venogram

Adalah pemeriksaan system vena yang sering digunakan untuk mendeteksi trombosis vena.

  • Mielography

Penyuntikan bahan kontras kedalam rongga subbarakhnoid spinalis lumbal, dilakukan untuk melihat adanya herniasi diskus, stenosis spinal (penyempitan kanalis spinalis) atau tempat adanya tumor.

  • Discography

pemeriksaan discus vertebralis; suatu bahan kontras diinjeksikan ke dalam discus dan dilihat distribusinya.

 

  • Artrography

penyuntikan bahan radiopaque atau udara ke dalam rongga sendi untuk melihat struktur jaringan lunak dan kontur sendi. Sendi diletakkan dalam kisaran pergerakannya sementara itu diambil gambar sinar x serial. Artrogram sangat berguna untuk mengidentifikasi adanya robekan akut atau kronik kapsul sendi atau ligamen penyangga lutut, bahu, tumit, pinggul, dan pergelangan tangan. (bila terdapat robekan, bahan kontras akan mengalami kebocoran keluar dari sendi dan akan terlihat dengan sinar x). setelah dilakukan artrogram, biasanya sendi dimobilisasi selama 12 sampai 24 jam dan diberi balut tekan elastis. Diberikan usaha untuk meningkatkan rasa nyaman sesuai kebutuhan.

 

Brunner & suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah volume 3. Jakarta : EGC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: