Takkan berhenti untuk bermimpi..

Deformitas

Deformitas


  1. Deformitas tulang

Dapat terjadi karena :

–          Pertumbuhan abnormal bawaan pada tulang (dapat berupa aplasia, displasia, duplikasi atau pseudoartrosis)

–          Akibat kelainan penyembuhan fraktur berupa mal-union atau non-union.

–          Gangguan pertumbuhan lempeng epifis, baik karena trauma maupun kelainan bawaan,

–          Pembengkakan abnormal tulang (misalnya rakitis dan osteomalasia)

–          Pertumbuhan berlebih pada tulang matur.

 

2. Deformitas Sendi

Dapat terjadi karena :

–          Pertumbuhan abnormal bawaan pada sendi, misalnya pada dislokasi panggul bawaan atau fibrosis pada jaringan sekitar sendi.

–          Dislokasi akuisita(didapat) karena trauma (yang mengakibatkan robekan pada ligamen), infeksi tulang atau karena instabilitas sendi.

–          Kontraktur otot, misalnya akibat spasme otot yang berkepanjangan atau pada iskemia Volkmann.

–          Ketidakseimbangan otot, misalnya pada penyakit poliomielitis, paralisis serebral dan paralisis yang bersifat flaksid/spastik.

–          Kontraktur fibrosa pada fasia dan kulit, baik kontraktur akibat adanya jaringan parut pada fasia karena suatu sebab(mis, luka bakar) ataupun kontraktur Duduytren.

–          Tekanan eksternal

Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta : EGC.

a. Deformitas

1. Deformitas tulang

Dapat terjadi karena :

Pertumbuhan abnormal bawaan pada tulang (dapat berupa aplasia, displasia, duplikasi atau pseudoartrosis)

Akibat kelainan penyembuhan fraktur berupa mal-union atau non-union.

Gangguan pertumbuhan lempeng epifis, baik karena trauma maupun kelainan bawaan,

Pembengkakan abnormal tulang (misalnya rakitis dan osteomalasia)

Pertumbuhan berlebih pada tulang matur.

2. Deformitas Sendi

Dapat terjadi karena :

Pertumbuhan abnormal bawaan pada sendi, misalnya pada dislokasi panggul bawaan atau fibrosis pada jaringan sekitar sendi.

Dislokasi akuisita(didapat) karena trauma (yang mengakibatkan robekan pada ligamen), infeksi tulang atau karena instabilitas sendi.

Kontraktur otot, misalnya akibat spasme otot yang berkepanjangan atau pada iskemia Volkmann.

Ketidakseimbangan otot, misalnya pada penyakit poliomielitis, paralisis serebral dan paralisis yang bersifat flaksid/spastik.

Kontraktur fibrosa pada fasia dan kulit, baik kontraktur akibat adanya jaringan parut pada fasia karena suatu sebab(mis, luka bakar) ataupun kontraktur Duduytren.

Tekanan eksternal

Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta : EGC.

Comments on: "Deformitas" (1)

  1. makaasih yaaaaa.,.,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: