Takkan berhenti untuk bermimpi..

enema

ENEMA

 

Pengertian Enema

Enema adalah larutan yang dimasukkan dalam rektum dan kolon sigmoid. Alasan utama : untuk meningkatkan defekasi dengan menstimulasi peristaltik. Volume cairan yang dimasukkan akan memecah massa feses, meregangkan dinding rektum, kadang-kadang mengiritasi mukosa usus,dan mengawali refleks defekasi. Juga digunakan untuk alat transportasi obat-obatan yang menimbulkan efek lokal pada mukosa rektum.

Indikasinya adalah menghilangkan konstipasi untuk sementara, membuang feses yang mengalami impaksi, mengosongkan usus sebelum pemeriksaan diagnostik, pembedahan, atau melahirkan, dan memulai program bowel training.

Jenis enema :

1. Cleansing enema / huknah (membersihkan)

Cleansing enema dimaksudkan untuk mengeluarkan feses. Tindakan ini utamanya diberikan untuk :

– Mencegah keluarnya feses saat operasi

– Persiapan pemeriksaan diagnostik tertentu pada usus

– Mengeluarkan feses dari usus saat konstipasi / obstipasi

 

Cleansing enema  efektif digunakan 5-10 menit. Cleansing enema  juga dapat digambarkan tinggi dan rendah. Ketinggian ini mempengaruhi kekeuatan tekanan aliran enema yang diberikan.Tinggi jika pembersihan dimungkinkan mencapai kolon. Klien berubah posisi dari lateral kiri ke dorsal recumbent dan kemudian lateral kanan selama pemberian enema, dengan posisi kontainer 30 – 46 cm dari klien atau sedikit lebih tinggi di atas panggul klien. Perubahan posisi memastikan bahwa cairan mencapai usus besar. Sering diberikan sekitar 1000ml larutan untuk orang dewasa.

Rendah jika pembersihan hanya pada rektum dan sigmoid. Posisi klien dipertahankan lateral kiri selama pemberian enema dengan posisi kontainer 7,5 cm atau lebih rendah daripinggul klien. Sekitar 500ml larutan diberikan pada orang dewasa,

2. Carminative enema (mengobati flatulen)

Diberikan utamanya untuk mengeluarkan flatus. Cairan dimasukkan ke dalam rektum mengeluarkan gas yang menambah distensi pada rektum dan kolon, kemudian merangsang peristaltik. Untuk dewasa diperlukan cairan 60 – 80 cc.

Contoh : 30ml magnesium, 60ml gliserin, dan 90 ml air.

3. Retention enema / klisma/ enema retensi-minyak (menahan)

Adalah memasukkan minyak atau obat ke dalam rektum dan kolon sigmoid. Cairan dipertahankan dalam waktu yang relatif lama (misalnya 1 – 3 jam). Feses mengabsorbsi minyak untuk melunakkan feses dan lubrikasi rektum dan anus yang membantu keluarnya feses. Antibiotik enema digunakan untuk menangani infeksi lokal, antihelmentic enema untuk membunuh cacing parasit, nutritive enema untuk memberikan cairan dan nutrien pada rektum.

4. Return-flow enema

Merupakan irigasi kolon yang ringan. Digunakan untuk mengeluarkan flatus. Sekitar 100 – 200 cc cairan dimasukkan ke dalam rektum dan kolon sigmoid yang akan merangsang peristaltik. Kemudian perawat merendahkan wadah enema untuk memungkinkan larutan mengalir kembali melelui selang rektum dan menuju ke wadah. Tindakan ini diulangi 4 – 5 x sampai flatus keluar dan sampai (perut) gembung hilang atau abdomen merenggang dan rasa tidak nyaman berkurang atau hilang. Jumlah total 1000ml merupakan hal yang biasa diberikan pada orang dewasa.

Pada cairan tubuh dan elektrolit, larutan hipertonik seperti larutan phosphate dari beberapa enema siap pakai menyebabkan sedikit iritasi pada membran mukosa, dan yang menyebabkan cairan tertarim ke dalam kolon dari jaringan sekitar. Proses ini disebut osmosis. Karena hanya sebagian kecil cairan yang diambil, rasa nyaman tertahan untuk 5-7 menit dan secara umum di luar dari manfaat ini. Bagaimanapun, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dapat terjadi, terutama pada anak di bawah 2 tahun . larutan bisa menyebabkan hypokalsemia dan hyperphosphatemia.

Pemberian hipotonik yang berulang seperti enema berbentuk kran, dapat mengakibatkan absorpsi volume darah dan dapat mengakibatkan intoksikasi air. Untuk aliran ini, beberapa agency kesehatan membatasi pemberian enema berbentuk kran. Ini adalah perhatian yang istimewa ketika permintaan pemasangan enema sampai kembali bersih harus jelas, contohnya pemeriksaan pendahuluan visual usus besar. Larutan hipotonik juga dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pada klien dengan penurunan fungsi ginjal atau gagal jantung akut.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: